Kamis, 29 Oktober 2015

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang
Setiap sekolah menginginkan seluruh siswa yang belajar mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu SD Negeri 4 Padangkerta selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuan guru dalam hal pembelajaran terhadap siswa, supaya transfer ilmu yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik. Semiawan (2004: 1-2) mengemukakan bahwa manusia belajar terus menerus untuk mampu mencapai kemandirian dan beradaptasi terhadap berbagai perubahan lingkungan. Sejalan dengan pernyataan yang diungkapkan oleh Semiawan, maka SD Negeri 4 Padangkerta selalu berusaha untuk beradaptasi dengan perubahan sistem pembelajaran yang ada dan selalu berusaha melakukan perubahan yang nantinya akan mengarah pada proses pembelajaran. Misalnya dalam penyediaan media pembelajaran yang memudahkan transfer ilmu kepada peserta didik.
Harsanto (2005: 94) mengungkapkan bahwa untuk memperoleh hasil belajar yang berkualitas, harus dirancang proses pembelajaran yang berkualitas dengan memperhatikan tingkat berpikir yang akan ddipelajari dan dilatihkan. Rancangan proses pembelajaran yang baik adalah rancangan pembelajaran yang menggunakan indikator kegiatan sebagai rambu-rambu dalam pencapaian hasil. Indikator yang dirumuskan secara baik akan  dapat digunakan untuk mendeteksi sejauh mana hasil belajar yang dicapai. Sejalan dengan adanya hal tersebut maka SD Negeri 4 Padangkerta berusaha untuk selalu merancang atatu merumuskan indikator yang baik dalam pencapaian hasil belajar.
Pelaksanaan proses belajar mengajar disekolah kurang maksimal disebabkan karena (1) kurangnya pengetahuan guru akan pembelajaran inovatif yang selama ini banyak diterapkan, (2) pembelajaran masih bersifat teacher center (3) banyak siswa yang masih belum hafal perkalian (4) siswa belum dapat membedakan bilangan prima dan bilangan ganjil, (5)  kurangnya latihan tentang KPK dan FPB.
Dalam mengajarkan matematika, seorang guru harus mengetahui cara belajar siswa sesuai dengan tahapan perkembangan intelektual (psikologis) peserta didik, untuk itu guru perlu menentukan metode dan model pembelajaran yang inovatif yang sesuai dengan perkembangan intelektual anak.
Menurut Gagne (Dalam Trianto, 2007: 12) menyatakan untuk terjadinya belajar pada diri siswa diperlukan kondisi belajar, baik kondisi internal maupun kondisi eksternal. Kondisi internal merupakan peningkatan memori siswa sebagai hasil belajar terdahulu. Memori siswa yang terdahulu merupakan komponen kemampuan yang baru dan ditempatkannya bersama-sama. Kondisi Eksternal meliputi aspek yang dirancang atau ditata dalam sudatu pembelajaran.
Berdasarkan uraian diatas dapat disumpulkan bahwa untuk mencapai keberhasilan hasil belajar siswa diperlukan kondisi belajar siswa yang meliputi kondisi internal dan eksternal. Dengan penataan pembelajaran yang baik diharapkan dapat mengaktifkan memori siswa agar informasi yang baru dapat dipahami dengan baik.
Hasil observasi awal yang dilaksanakan pada tanggal 2 januari 2015 dalam pembelajaran FPB dan KPK menggunakan model pembelajaran langsung, dimana siswa langsung mengamati dan mempraktekkan materi yang telah disampaiakn guru. Dari hasil pembelajaran yang dilakukan, hasil belajar siswa rendah. Hal ini didasarkan pada nilai siswa yang masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 62, dimana 19 dari 30 siswa (63,34%) mendapat nilai dibawah KKM sedangkan 11 siswa (36,66%) mandapat nilai diatas KKM. Oleh karena itu, peneliti mengajukan perbaikan kualitas pembelajaran matematika dengan menerapkan pendekatan kontekstual.
Penggunaan pendekatan pembelajarn yang sesuai dalam pelaksanaan pembelajaran akan membantu kelancaran, efektifitas dan efesien pencapaian tujuan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan materi akan menjadi sarana interaksi antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa sehingga pembelajaran akan menjadi lebih efektif dan bermakna.
Dengan pertimbangan hal di atas maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika tentang KPK dan FPB  pada Siswa Kelas IV SD Negeri 4 Padangkerta Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2014/2015.
 1.1.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang  terdapat  beberapa masalah yaitu sebagai berikut:
1.        Apakah dengan Pendekatan Kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar matematika tentang KPK dan FPB pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Padangkerta  ?
2.        Bagimanakah langkah-langkah pendekatan kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar matematika tentang KPK dan FPB  pada siswa kelas IV SD N 4 Padangkerta ?
1.2.      Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka penelitian ini bertujuan untuk   :
1.     Untuk meningkatkan hasil belajar matematika tentang KPK dan FPB dengan Pendekatan Kontekstual pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Padangkerta Tahun Pelajaran 2014/2015.
2.     Memaparkan langkah-langkah penerapan Pendekatan Kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar matematika tentang KPK dan FPB pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Padangkerta Tahun Pelajaran 2014/2015.
1.3.      Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.     Bagi Siswa
Meningkatnya hasil belajar matematika siswa sehingga dapat mengembangkan potensi
2.     Bagi Guru
Meningkatkan keterampilan guru dalam menerapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran.
3.     Bagi Sekolah
Dapat dimanfaatkan sebagai salah satu refrensi dari strategi pembelajaran di kelas dengan penggunaan pendekatan kontekstual.


untuk BAB II dan seterusnya email ke iaioankku@gmail.com