Kamis, 10 Februari 2022

AKSI NYATA BUDAYA POSITIF

 AKSI NYATA BUDAYA POSITIF


PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENUMBUHKAN KREATIVITAS GURU MENGAJAR DAN MENINGKATKAN                       HASIL BELAJAR SISWA

OLEH :

I NGURAH DWIKA KUSUMA ATMAJA 


    LATAR BELAKANG

    Media pembelajaran merupakan pengantar dalam mencapai tujuan dan hasil pembelajaran. Oleh karenanya dengan memanfatkan media pembelajaran berarti terdapat hal konkrit yang dapat dilihat secara langsung oleh murid untuk diasumsikan ke hal yang nyata. 

    Pertama kali pindah ke SD Negeri 2 Pertima pada bulan September 2021, dimana memulai pengalaman baru disekolah yang baru untuk memulai beradaptasi dengan tempat, lingkungan, budaya, serta kebiasaan-kebiasaan dari warga sekolah (guru, kepala sekolah, staf dan murid). Setelah beberapa hari mengamati dan berusaha menyesuaikan diri didalam lingkungan sekolah yang baru, ternyata banyak hal yang mungkin dapat dirubah dan diperbaiki dari kekurangan untuk menjadi potensi yang unggul kedepannya.

    Suatu ketika kepala sekolah SD Negeri 2 Pertima Sedang mengikuti pelatihan Calon Kepala Sekolah dan mendapatkan tugas untuk menyelenggarakan In House Training (IHT), tepatnya bulan Oktober 2021. Kerala Sekolah meminta bantuan untuk menggali potensi sekolah yang dapat dikembangkan. Terbesit pikiran untuk memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan media pembelajaran. 

    Kenapa barang bekas ? karena banyak sekali barang-barang bekas meja, kursi kaleng, kartas yang tidak terpakai digudang. Maka dari itu apa salahnya memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan sebagai media dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. 

    Ditunjuk sebagai narasumber untuk mendapingi teman sejawat dalam kegiatan tersebut meningkatkan keinginan dalam menyukseskan kegiatan ini. 

TUJUAN 

    Adapun tujuan dari aksi nyata ini adalah :

  • Menambah wawasan guru dalam berkreasi dan menciptakan media Pembelajaran sesuai dengan kebutuhan KBM
  • Memudahkan siswa dalam belajar secara konkrit dan nyata, sehingga penanaman konsep pada murid tercapai
  • meningkatkan kreativitas guru dan meningkatkan hasil belajar siswa
  • ll

DESKRIPSI AKSI NYATA
    Kegiatan aksi nyata ini diawali dari permintaan dari Kepala Sekolah SD Negeri 2 Pertima dalam program In House Training yang akan dikembangkan uituk meningkatkan kreativitas guru dalam mengajar dan hasil belajar siswa, serta penulis diminta sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut. 
    Menanggapi dari hal tersebut maka penulis mengajukan Pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran, dengan membuat alur kegiatan sebagai berikat :
  • Menyelenggarakan rapat dan berdiskusi dengan para guru tentang kegiatan tersebut.
  • Membuat perencanaan kegiatan, perencanaan produk media pembelajaran masing-masing kelas, perencanaan evaluasi.
    Tolak Ukur dari kegiatan Ini adalah : 
  • Guru dapat membuat media pembelajaran dari barang bekas 
  • Guru dapat memanfaatkan media pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran
  • Hasil belajar siswa dapat meningkat
HASIL AKSI NYATA
    Hasil aksi yata dalam penerapan pemnafaatan barang bekas menjadi media Pembelajaran, yatu :
  • Guru mengetahui bagaimana perencanaan pembelajaran dalam RPP yang telah debut kemudian diaplikasikan dengan membuat media pembelajaran sehingga dengan media tersebut dapat lebih mudah menghantarkan konsep berpikir siswa secara konkrit dalam belajar.
  • Guru merasakan bahwa barang bekas yang teronggok tidak dipakai di gudang dan berserakan dapat dimanfaatkan kembali dan menghasilkan produk yang luar brasa.
  • Murid lebih senang dalam belajar, karena mudah bagi mereka dalam mengerti konsep pembelajaran yang akan menjadi daser pemikiran mereka dalam mengembangkan pembelajaran
REFELKSI AKSI NYATA
    Kegiatan ini tidak hanya sekedar bertujuan untuk projek in house training (IHT) akan tetapi dengan konsep pengetahuan yang telah dimiliki dan hasil yang telah didapatkan, diharapkan media Pembelajaran dapat terus dibuat dan dikembangkan dalam membuat Pembelajaran lebih kreatif, aktif, menyenangkan untuk mencapai hasil belajar yang maksimal.

RENCANA PERBAIKAN DI MASA MENDATANG
    Banyak hal yang ada dipikiran penulis untuk membuat kegiatan-kegiatan dan aksi yata Bergama teman-teman guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun rencana aksi yata selanjutnya yang akan dikembangkan oleh penulis bersama rekan-rekan guru serta mendapat dukungan dari kepala sekolah yaitu Pendekatan Pembelajaran MEGIBUNG (Mengamati, Eksplorasi, Giring, Inisiatif, Bekerja sama, Unjuk Kerja, Nilai dan Generalisasi) serta WIRACIL (Wirausaha Kecil) dimana konsep Prakarya dan mengenalkan konsep interpreanure dari seja dini kapada murid.
    Mudah-muhan rencana ini dapat berjalan dan dikembangkan sesuai dengan harapan penulis dan rekan-rekan guru SD Negeri 2 Pertima, uituk mencapai visi dan misi sekolah.

DOKUMENTASI




Bersama teman guru membuat media Pembelajaran dengan menggunakan barang bekas



Menjadi Narasumber dalam kegiatan Pemanfaatan Barang Bekas menjadi Media Pembelajaran


Video Pembelajaran menggunakan Pemanfaatan Barang Bekas di masing-masing kelas




Refleksi dan Testimoni Guru, Siswa dan Oarang Tua Siswa dengan memanfaatkan Media Pembelajaran dari barang bekas untuk meningkatkan hasil belajar siswa


















Kamis, 29 Oktober 2015

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang
Setiap sekolah menginginkan seluruh siswa yang belajar mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu SD Negeri 4 Padangkerta selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuan guru dalam hal pembelajaran terhadap siswa, supaya transfer ilmu yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik. Semiawan (2004: 1-2) mengemukakan bahwa manusia belajar terus menerus untuk mampu mencapai kemandirian dan beradaptasi terhadap berbagai perubahan lingkungan. Sejalan dengan pernyataan yang diungkapkan oleh Semiawan, maka SD Negeri 4 Padangkerta selalu berusaha untuk beradaptasi dengan perubahan sistem pembelajaran yang ada dan selalu berusaha melakukan perubahan yang nantinya akan mengarah pada proses pembelajaran. Misalnya dalam penyediaan media pembelajaran yang memudahkan transfer ilmu kepada peserta didik.
Harsanto (2005: 94) mengungkapkan bahwa untuk memperoleh hasil belajar yang berkualitas, harus dirancang proses pembelajaran yang berkualitas dengan memperhatikan tingkat berpikir yang akan ddipelajari dan dilatihkan. Rancangan proses pembelajaran yang baik adalah rancangan pembelajaran yang menggunakan indikator kegiatan sebagai rambu-rambu dalam pencapaian hasil. Indikator yang dirumuskan secara baik akan  dapat digunakan untuk mendeteksi sejauh mana hasil belajar yang dicapai. Sejalan dengan adanya hal tersebut maka SD Negeri 4 Padangkerta berusaha untuk selalu merancang atatu merumuskan indikator yang baik dalam pencapaian hasil belajar.
Pelaksanaan proses belajar mengajar disekolah kurang maksimal disebabkan karena (1) kurangnya pengetahuan guru akan pembelajaran inovatif yang selama ini banyak diterapkan, (2) pembelajaran masih bersifat teacher center (3) banyak siswa yang masih belum hafal perkalian (4) siswa belum dapat membedakan bilangan prima dan bilangan ganjil, (5)  kurangnya latihan tentang KPK dan FPB.
Dalam mengajarkan matematika, seorang guru harus mengetahui cara belajar siswa sesuai dengan tahapan perkembangan intelektual (psikologis) peserta didik, untuk itu guru perlu menentukan metode dan model pembelajaran yang inovatif yang sesuai dengan perkembangan intelektual anak.
Menurut Gagne (Dalam Trianto, 2007: 12) menyatakan untuk terjadinya belajar pada diri siswa diperlukan kondisi belajar, baik kondisi internal maupun kondisi eksternal. Kondisi internal merupakan peningkatan memori siswa sebagai hasil belajar terdahulu. Memori siswa yang terdahulu merupakan komponen kemampuan yang baru dan ditempatkannya bersama-sama. Kondisi Eksternal meliputi aspek yang dirancang atau ditata dalam sudatu pembelajaran.
Berdasarkan uraian diatas dapat disumpulkan bahwa untuk mencapai keberhasilan hasil belajar siswa diperlukan kondisi belajar siswa yang meliputi kondisi internal dan eksternal. Dengan penataan pembelajaran yang baik diharapkan dapat mengaktifkan memori siswa agar informasi yang baru dapat dipahami dengan baik.
Hasil observasi awal yang dilaksanakan pada tanggal 2 januari 2015 dalam pembelajaran FPB dan KPK menggunakan model pembelajaran langsung, dimana siswa langsung mengamati dan mempraktekkan materi yang telah disampaiakn guru. Dari hasil pembelajaran yang dilakukan, hasil belajar siswa rendah. Hal ini didasarkan pada nilai siswa yang masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 62, dimana 19 dari 30 siswa (63,34%) mendapat nilai dibawah KKM sedangkan 11 siswa (36,66%) mandapat nilai diatas KKM. Oleh karena itu, peneliti mengajukan perbaikan kualitas pembelajaran matematika dengan menerapkan pendekatan kontekstual.
Penggunaan pendekatan pembelajarn yang sesuai dalam pelaksanaan pembelajaran akan membantu kelancaran, efektifitas dan efesien pencapaian tujuan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan materi akan menjadi sarana interaksi antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa sehingga pembelajaran akan menjadi lebih efektif dan bermakna.
Dengan pertimbangan hal di atas maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika tentang KPK dan FPB  pada Siswa Kelas IV SD Negeri 4 Padangkerta Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2014/2015.
 1.1.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang  terdapat  beberapa masalah yaitu sebagai berikut:
1.        Apakah dengan Pendekatan Kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar matematika tentang KPK dan FPB pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Padangkerta  ?
2.        Bagimanakah langkah-langkah pendekatan kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar matematika tentang KPK dan FPB  pada siswa kelas IV SD N 4 Padangkerta ?
1.2.      Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka penelitian ini bertujuan untuk   :
1.     Untuk meningkatkan hasil belajar matematika tentang KPK dan FPB dengan Pendekatan Kontekstual pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Padangkerta Tahun Pelajaran 2014/2015.
2.     Memaparkan langkah-langkah penerapan Pendekatan Kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar matematika tentang KPK dan FPB pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Padangkerta Tahun Pelajaran 2014/2015.
1.3.      Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.     Bagi Siswa
Meningkatnya hasil belajar matematika siswa sehingga dapat mengembangkan potensi
2.     Bagi Guru
Meningkatkan keterampilan guru dalam menerapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran.
3.     Bagi Sekolah
Dapat dimanfaatkan sebagai salah satu refrensi dari strategi pembelajaran di kelas dengan penggunaan pendekatan kontekstual.


untuk BAB II dan seterusnya email ke iaioankku@gmail.com