AKSI NYATA BUDAYA POSITIF
PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENUMBUHKAN KREATIVITAS GURU MENGAJAR DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
OLEH :
I NGURAH DWIKA KUSUMA ATMAJA
LATAR BELAKANG
Media pembelajaran merupakan pengantar dalam mencapai tujuan dan hasil pembelajaran. Oleh karenanya dengan memanfatkan media pembelajaran berarti terdapat hal konkrit yang dapat dilihat secara langsung oleh murid untuk diasumsikan ke hal yang nyata.
Pertama kali pindah ke SD Negeri 2 Pertima pada bulan September 2021, dimana memulai pengalaman baru disekolah yang baru untuk memulai beradaptasi dengan tempat, lingkungan, budaya, serta kebiasaan-kebiasaan dari warga sekolah (guru, kepala sekolah, staf dan murid). Setelah beberapa hari mengamati dan berusaha menyesuaikan diri didalam lingkungan sekolah yang baru, ternyata banyak hal yang mungkin dapat dirubah dan diperbaiki dari kekurangan untuk menjadi potensi yang unggul kedepannya.
Suatu ketika kepala sekolah SD Negeri 2 Pertima Sedang mengikuti pelatihan Calon Kepala Sekolah dan mendapatkan tugas untuk menyelenggarakan In House Training (IHT), tepatnya bulan Oktober 2021. Kerala Sekolah meminta bantuan untuk menggali potensi sekolah yang dapat dikembangkan. Terbesit pikiran untuk memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan media pembelajaran.
Kenapa barang bekas ? karena banyak sekali barang-barang bekas meja, kursi kaleng, kartas yang tidak terpakai digudang. Maka dari itu apa salahnya memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan sebagai media dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Ditunjuk sebagai narasumber untuk mendapingi teman sejawat dalam kegiatan tersebut meningkatkan keinginan dalam menyukseskan kegiatan ini.
TUJUAN
Adapun tujuan dari aksi nyata ini adalah :
- Menambah wawasan guru dalam berkreasi dan menciptakan media Pembelajaran sesuai dengan kebutuhan KBM
- Memudahkan siswa dalam belajar secara konkrit dan nyata, sehingga penanaman konsep pada murid tercapai
- meningkatkan kreativitas guru dan meningkatkan hasil belajar siswa
- ll
- Menyelenggarakan rapat dan berdiskusi dengan para guru tentang kegiatan tersebut.
- Membuat perencanaan kegiatan, perencanaan produk media pembelajaran masing-masing kelas, perencanaan evaluasi.
- Guru dapat membuat media pembelajaran dari barang bekas
- Guru dapat memanfaatkan media pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran
- Hasil belajar siswa dapat meningkat
- Guru mengetahui bagaimana perencanaan pembelajaran dalam RPP yang telah debut kemudian diaplikasikan dengan membuat media pembelajaran sehingga dengan media tersebut dapat lebih mudah menghantarkan konsep berpikir siswa secara konkrit dalam belajar.
- Guru merasakan bahwa barang bekas yang teronggok tidak dipakai di gudang dan berserakan dapat dimanfaatkan kembali dan menghasilkan produk yang luar brasa.
- Murid lebih senang dalam belajar, karena mudah bagi mereka dalam mengerti konsep pembelajaran yang akan menjadi daser pemikiran mereka dalam mengembangkan pembelajaran